22/06/2021

News Digital

Digital News

Memantau Harga Daging Ayam Sekaligus Cara Memilihnya

3 min read

main image

Di tengah kenaikan permintaan terhadap daging ayam harga daging ayam juga ikut menaik. Hal ini sangatlah wajar karena kita sebentar lagi akan memasuki Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, daging ayam merupakan salah satu makanan yang banyak disukai orang. Soalnya, ayam bisa kita olah menjadi berbagai jenis sajian masakan yang menggugah selera kita, misalnya saja seperti opor ayam, sempol ayam, sate ayam, ayam goreng, ayam bakar, serta gulai ayam.

Daging ayam sendiri memiliki nilai nutrisi yang sangat baik karena ada kandungan asam amino esensial. Asam amino yang satu ini sangatlah diperlukan tubuh, tetapi tidak bisa diproduksi tubuh sehingga kita bisa mendapatkannya melalui konsumsi daging ayam. Sementara itu, daging ayam juga memiliki kandungan asam amino yang sangat sempurna. Tidaklah heran bila kita menjadikan daging ayam sebagai kebutuhan utama untuk tubuh kita, yakni sebagai kebutuhan akan protein. Lantas, hal apa saja sih yang perlu kita pertimbangkan ketika memilih daging ayam? Berikut jawabannya!

  1. Memperhatikan warna ayam

Daging ayam haruslah utuh dan bagus serta memiliki warna putih dengan semburat merah muda. Hal ini menandakan ayam layak kita olah. Sebaliknya, ayam yang warnanya pucat hingga kebiru-biruan sebaiknya dihindari. Begitu pula halnya dengan ayam yang mengkilap karena hal ini bisa menandakan bahwa ayam tersebut sudah diberikan formalin.

  1. Merasakan tekstur kulit ayam

Hal lainnya yang juga bisa kita lakukan untuk mengecek adanya kandungan formalin pada ayam ialah dengan menyentuh serta mengoleskan sedikit kulitnya. Ketika melakukan ini, kita perlu memperhatikan, apakah terdapat tekstur yang bertepung atau berpasir. Apabila ada ayam yang memiliki tekstur seperti ini, maka kita disarankan untuk tidak memilih ayam ini untuk dibeli. Soalnya, hal ini menandakan bahwa ayam sudah dicampur bahan kimia. Tekstur tepung tadi merupakan sisa-sisa bahan kimia yang tidak terbilas.

  1. Memeriksa ada tidaknya lalat yang hinggap

Kita semua memang tahu bahwa lalat menjadi binatang yang paling ingin kita hindari karena bisa membawa bibit penyakit. Namun ketika memilih daging ayam, justru kita memerlukan lalat sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas daging ayam. Ketika kita membeli daging ayam utuh, cobalah untuk memperhatikan apabila ada lalat yang hinggap atau tidak. Jika tidak ada lalat yang hinggap, justru kita perlu curiga karena hal ini bisa menandakan bahwa ayam telah dicampur bahan kimia.

  1. Melihat kemasan ayam

Apabila daging ayam yang kita beli ialah daging ayam berkemasan, maka kita perlu memperhatikan bungkusnya. Pilih ayam utuh yang bungkusnya masih rapi. Bungkus ayam yang sudah sobek tentu tidak akan efektif untuk melindungi daging ayam. Alhasil, nantinya bisa ada debu dan kuman yang bersarang di dalamnya.

  1. Menghirup bau ayam

Daging ayam segar memiliki bau khas daging segar. Jadi, tidak akan ada bau anyir yang menyengat pada daging ayam tersebut. Namun, jika kita malah mencium bau daging ayam yang amis, maka kita dianjurkan untuk tidak memilikinya. Soalnya, bisa jadi hal ini menandakan bahwa ayam tersebut sudah lama dijual sehingga kualitasnya mengalami penurunan, bahkan hampir busuk.

  1. Memperhatikan jika ada darah atau cairan ayam

Hal yang penting lainnya yang juga perlu kita waspadai ialah apabila daging ayam mengeluarkan darah ataupun cairan. Hal ini bisa menandakan sel-selnya sudah rusak karena sudah terlalu sering dibekukan dan dicairkan. Alhasil, daging menjadi lebih mudah mengeluarkan darah dan cairan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.