Menikah atau membangun sebuah keluarga yang bahagia menjadi keinginan semua orang. Bagi yang masih lajang, merencanakan pernikahan bisa jadi salah satu fokus Anda dalam waktu dekat. Jika berencana menikah, Anda perlu menyiapkan segala sesuatunya dengan cermat. Salah satu kesulitan dalam persiapan menikah berhubungan dengan biaya. Sebagian orang mengalami kesulitan dalam mempersiapkan dana pernikahan. Bagi Anda yang berencana menikah, luangkan waktu untuk menyimak sejumlah tips penting ini.

Yang Harus disiapkan Sebelum Menikah

Kapan Hari Bahagia Itu Datang?

Jika Anda bosan menjawab pertanyaan, “kapan rencana nikahnya?”, tak lain dan tak bukan hal itu adalah pertanyaan utama yang perlu dipecahkan. Anda harus merencanakan kapan waktu yang tepat untuk menikah. Waktu menikah berhubungan dengan kesiapan Anda dalam menyusun dana pernikahan. Idealnya, menyiapkan dana pernikahan dimulai setidaknya selama satu tahun. Gunakan skema ‘mencicil’ dalam menyiapkan dana pernikahan agar kondisi keuangan Anda tidak terganggu. Hal ini penting, karena setelah menikah tanggung jawab Anda menjadi lebih besar.

Hitung Biaya Pernikahan

Jika sudah menentukan tanggal pernikahan, ada baiknya Anda mulai menghitung biaya pernikahan. Tim aturgaji.com membagi biaya pernikahan dalam tiga jenis. Ada biaya Pra Nikah, biaya Hari Pernikahan dan biaya Pasca Menikah.

Biaya Pra Nikah umumnya terdiri dari biaya persiapan administrasi pernikahan, lamaran atau tunangan, bisa juga upacara adat lokal yang harus dilakukan sebelum menikah. Bisa juga memasukkan biaya foto pre wedding jika memang Anda dan pasangan menginginkannya.

Jenis biaya kedua adalah biaya hari pernikahan. Biaya hari pernikahan berhubungan resepsi, cetak undangan, souvenir pernikahan, jasa wedding organizer, cattering, gedung, tata rias serta dekorasi dan dokumentasi pernikahan. Cek kebutuhan apa saja yang dibutuhkan dalam prosesi pernikahan di hari pernikahan sehingga Anda bisa menghitungnya dengan detail. Jika tidak ingin terlalu repot, bisa gunakan jasa wedding organizer sehingga lebih memudahkan Anda.

Biaya ketiga adalah biaya pasca nikah. Beberapa pasangan mensyaratkan melakukan bulan madu setelah menikah. Jika memang liburan setelah menikah masuk dalam kebutuhan Anda, cek destinasi yang dituju dan besaran biayanya. Akan lebih bijak juga, setelah menikah Anda mulai menyiapkan uang muka untuk pembelian rumah pertama.

Pakai Cara Menabung Yang Tepat

Setelah mengetahui berapa besaran biaya pernikahan, mulailah untuk ‘mencicilnya’ lewat menabung. Mempersiapkan pernikahan bagi sebagian orang akan membuat ikat pinggangnya semakin kencang. Tetapi langkah ini perlu dilakukan agar kebutuhan dana pernikahan bisa terpenuhi. Hindari tawaran kredit tanpa agunan untuk menutupi biaya pernikahan. Sebab, kebutuhan setelah menikah akan lebih besar. Tak ingin kan keuangan rumah tangga baru Anda terganggu bunga kredit pernikahan.

Ajaklah pasangan Anda berbicara mengenai besaran dana pernikahan. Tak ada salahnya Anda dan pasangan menyiapkannya berdua dari gaji yang diterima setiap bulan. Idealnya jumlahnya adalah 30% dari gaji yang diterima setiap bulan. Misalnya gaji Anda adalah Rp. 5 juta, maka sisihkan Rp. 1,5 juta. Jika sama-sama menyisihkan jumlah yang sama maka tiap bulan Anda bisa mencicil dana pernikahan sebesar Rp. 3 juta. Jika rencana pernikahan Anda satu tahun lagi, maka jumlah yang terkumpul adalah Rp. 36 juta. Gunakan produk keuangan yang minim risiko dan memiliki likuiditas tinggi seperti tabungan atau deposito dengan tenor pendek seperti satu bulan.

Pernikahan Sederhana Tapi Berkesan

Tak perlu mewah dalam menjamu para tamu undangan Anda. Namun ajaklah dalam suasana sederhana tapi tetap berkesan. Anda dan pasangan bisa menyediakan makanan favorit dan sederhana yang mungkin jarang muncul dalam ajang pesta pernikahan. Anda bisa mengajak beberapa pedagang jajanan masa kecil yang masih eksis sebagai ‘tamu’ yang menjajakan dagangannya pada undangan Anda. Tentunya dibalut kemasan atau seragam batik yang senada. Nuansa nostalgia masa kecil bagi para tamu Anda akan membuat kesan yang berbeda ketika datang dalam pesta pernikahan.

Hal sederhana lain yang bisa dilakukan adalah menghemat biaya foto pre wedding. Dari pada menggunakan jasa fotografer profesional yang biayanya mahal, Anda bisa meminjam kamera polaroid teman. Jadikan foto polaroid sebagai foto pre wedding Anda. Untuk 50 foto polaroid, biaya menebus kertas foto polaroid sekitar Rp. 500 ribu.

Gunakan foto-foto polaroid itu sebagai hiasan dan dekorasi tambahan diacara pernikahan. Murah tapi memiliki nilai seni yang cukup tinggi dari pada menggunakan format digital.

Selain dua hal diatas, Anda bisa berhemat dengan mengurangi biaya cetak undangan dan souvenir. Kita semua tahu, sebagian besar undangan pernikahan bakal berakhir di tong sampah. Karena itu, tak ada salahnya menghemat biaya cetak undangan dengan yang lebih sederhana. Bisa juga menggunakan format digital sehingga tak perlu mencetak undangan terlalu banyak.

Untuk menambah keseruan dan keakraban dengan teman-teman Anda, mintalah bantuan mereka. Jika memiliki teman dengan kemampuan main band accoustic baik tak ada salahnya meminta mereka mengiringi hari bahagia Anda. Bisa juga meminta bantuan rekan yang jago nge-MC sehingga lebih seru dan honor MC bisa ditekan.

Baca Juga : Gaji PT Epson

By sativa